
Pdt. Dr. Henny Verra Fonataba, M.Si Teol. – Ketua UPPM




1. Visi
UPPM menjalankan VISI STFT GKI I.S. KIJNE yaitu:
Menjadi Sekolah Tinggi Filsafat Teologi unggul yang secara aktif berkontribusi Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan menghasilkan teolog-teolog dan pengajar yang unggul melayani berbasis konteks. Menghasilkan pelayanan yang relevan bagi gereja di Papua dan masyarakat Indonesia
2. Misi
UPPM mengemban dan mengimplementasikan misi ke 3 (tiga) dari STFT GKI I.S. KIJNE yaitu:
Mendidik dan memperlengkapi orang percaya dalam pelayanan di gereja dan lembaga Kristen dalam dunia yang berubah melalui penelitian ilmiah pelayanan pengabdian kepada masyarakat.
3. Tujuan
UPPM memiliki tujuan memajukan kehidupan akademik dalam dunia penelitian teologi dan membangun bermasyarakat yang mencerdasakan bangsa dengan meningkatkan kemampuan dan kemandirian pemangku kepentingan melalui transfer ilmu dan kompetensi serta transformasi yang diperlukan untuk mengatasi persoalan kehidupan masyarakat dan dunia akademis.
- Melaksanakan pendidikan tinggi yang dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berpengetahuan teologi dan keguruan serta mampu menerapkannya dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, dan berbangsa
- Melakukan penelitian dan memanfaatkan hasil-hasil penelitian untuk pengembangan ilmu teologi dan ilmu pendidikan bagi peningkatan kehidupan bergereja, bermasyarakat, dan berbangsa.
- Mengembangkan dan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan, kemampuan, potensi dan minat masyarakat.
Visi :
Menjadi Lembaga Pendidikan Teologi Yang Unggul Dalam Pengembangan Teologi Kontekstual Di Papua
Misi :
- Membangun kehidupan manusia yang berintegritas dan bermoral dalam bergereja, bermasyarakat, dan berbangsa
- Menyelenggarakan pendidikan teologi yang berkualitas dan berbasis konteks agar menghasilkan lulusan yang mampu berteologi kontekstual
- Menggali, mengembangkan, mentebarluaskan, dan memanfaatkan ilmu teologi untuk meningkatkan kualitas kehidupan bergereja dan bermasyarakat
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI Izaak Semuel Kijne (STFT GKI IS KIJNE) Jayapura
Sejarah pusat pendidikan teologi di Papua bermula dari Serui, tatkala pendidikan Guru Jemaat (RAZ= Rotterdam Aan Zee ) dan pendidikan guru (ODO= Opleiding Dorpschool Onderwijs) yang dikelola oleh Badan Zending UZV menjadi embrio berdiri Sekolah Pendeta, sejak tahun 1954. Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI Izaak Samuel Kijne Jayapura atau STFT GKI didirikan pada tanggal 21 September 1954 dengan nama Sekolah Pendeta / Sekolah Teologi.
Pada tahun 1966, Sekolah Pendeta diubah menjadi Perguruan Theologia dengan lama pendidikan 6 (enam) tahun. Tanggal 17 Februari 1971, Perguruan Theologia diubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Theologia (STT).
Kehadiran Sekolah Telogia pada waktu itu untuk mempersiapkan pendeta bagi organisasi Gereja Kristen Injili di Tanah Papua yang didirikan dua tahun setelah pendirian Sekolah Pendeta/Sekolah Teologia.
Pada tahun 1984/1985, Program Sarjana Muda Theologia dihapuskan dan ditingkatkan menjadi Program Studi Stratum Satu Ilmu Teologi; dan pada tahun 1984, Jurusan Pendidikan Agama Kristen (PAK) pertama kali dibuka dengan Program Diploma Dua (D2) dan Diploma Tiga (D3). Pembukaan jurusan PAK berawal pada saat Departemen Agama Kristen Provinsi Papua membuka jaringan kerja sama untuk mempersiapkan guru-guru agama Kristen untuk dipakai di seluruh Tanah Papua.
Pada tanggal 29 April 1987, Program Studi PAK memperoleh status terdaftar pada Departemen Agama RI. Kemudian dibuka Program Magister untuk meningkatkan kemampuan berteologi para alumni dan non alumni agar mampu menjawab kebutuhan gereja dan masyarakat.
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) GKI Izaak Samuel Kijne Jayapura memiliki 4 program studi :
- S-1 Ilmu Teologi
- S-1 Pendidikan Agama Kristen
- S-2 Misiologi
- S-2 PAK


